Penjual Kenangan

Thursday, August 22, 2013

22| Tentang Cincin





Aha. Itu gambar beberapa cincin yang saya punya. Ada beberapa yang tidak masuk foto karena ditaruh (agak) sembarangan. Kalau yang ini saya letakkan di dalam kaleng yang sama. Sebenarnya, yang sering saya pakai setiap hari hanyalah yang bulat kecil (yang posisi tengah di bagian kanan). Yang lainnya jarang dipakai karena agak longgar di jemari saya. Cincin yang sering saya pakai pun saya kenakan di ibu jari kiri. Kalau cuci tangan dan sebagainya, pasti dilepas dulu karena khawatir lepas dan hilang tanpa diketahui. 

Sejak dahulu, saya senang pakai cincin, terutama cincin perak bakar. Saya masih ingat cincin perak yang pertama saya beli dan harganya cukup mahal untuk ukuran saya yang masih SMA. Cincin itu tak pernah lepas di jemari saya, sampai suatu hari raib entah ke mana. Lalu, silih berganti cincin saya kenakan dan banyak yang hilang dengan alasan lepas entah di mana, ketinggalan saat nyuci piring, dan sebagainya.

Pernah juga sebuah cincin saya hilang di kampus dan seorang laki-laki yang baik hati ikut menyusuri mencari cincin itu. Hehe. Lalu, ada juga cincin seorang teman yang ia janjikan akan diberikan kepada saya jika ia sudah kembali dari jalan-jalannya, tetapi kemudian cincin itu hilang. Ya, jika ada orang yang pakai cincin unik, pasti saya tak lepas melihat jemarinya dan tentu saja ingin mencobanya di jemari saya. :D

Oh ya, cincin bulat yang sering saya pakai sekarang itu dibeli waktu saya ke Yogya bareng Gita dan Wira, tahun 2008. Cukup lama juga usia cincin itu dan untungnya menjadi milik saya meski beberapa kali terselip. Gita dan Wira dengan bersemangat menemani saya menyusuri Kotagede di Yogya untuk menemukan cincin yang pas. Senang menemukannya satu karena kebanyakan lingkar cincin model seperti ini terlalu besar. Kebanyakan yang kecil itu semacam cincin yang "manis" yang biasanya lingkarnya kecil dan diakhiri dengan permata di atasnya. Saya kurang suka cincin seperti itu karena terasa seperti cincin yang terlalu serius. Hehe. 

Lalu, cincin yang ada batunya itu sebenarnya cincin ibu saya, yang diberikan untuk saya pada suatu waktu. Cincin itu terlalu besar di lingkar jari mana pun di tangan saya. Jadinya saya simpan selalu dan biar tidak hilang juga. :)

Yang lainnya sebenarnya punya cerita sendiri, tapi waktunya sudah terlalu malam untuk menceritakannya. Cincin-cincin ini saya sayangi dan semoga ia juga menyayangi saya. Kau tahu, setelah terbiasa dengan sesuatu, seperti halnya sebuah cincin di jemarimu, ketika ia tiada, kau akan merasa kehilangan. 

Dan, saya telah beberapa kali merasakan kehilangan. Kali ini, saya tak ingin lagi. Saya akan berusaha untuk menjaganya. Tapi, kau pun paham bukan, manusia hanya merencanakan, Dia yang menentukan. 

Kau pasti sudah sangat paham. Saya tak ragu.


______
[#22| Proyek #CeritaDariKamar]  

2 comments:

Replika Angan - angan said...

unik ya mbak cincinnya

windi siregar said...

aku suka cincin, tapi ga bisa pake cincin.. suka gerah pengen dilepas dari jari jari :(

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin