Penjual Kenangan

Monday, September 19, 2011

PREMIERE Penampakan Asli @Poconggg*


Demi pembaca setianya, @Poconggg alias Arief Muhammad (pake f bukan p, seperti yang belio pesankan) udah ada di dalam kantor Gramedia PIM sejak toko buku itu belum buka. Dia udah tau tuh kalo lo-lo pada—para pembaca Poconggg Juga @Poconggg (PJP) yang cinta mati banget sama kejomblo-ngenesannya—udah nunggu di depan rolling door toko buku itu. (Ya ampun, itu pada shif2an bangunin ayam jago kali di rumahnya? Pagi-pagi buta udah pada nongkrong di depan Gramed—meski @Poconggg belum tampak di sana, mereka udah disambut poster gede @Poconggg di Gramed). :p




Pukul 10 tepat, rolling door dibuka. Dan, kayaknya, Pak Satpam yang pada bukain tuh pintu pada kaget deh liat cewek-cewek cantik itu pada ngacir kayak gangsing ke dalam. Tapi, wow, nggak sia-sia dong pengorbanan mereka nunggu dari pagi. Yang duluan dapat tempat duduk paling depan, deket pembatas dengan (bakal) tempat duduk @Poconggg dan @benakribo. Men, itu tempat dahsyat banget—bisa liat penampakan asli @Poconggg lebih deket (dan lebih sering kena foto, cuy!) *jadi, besok-besok, lo pada jangan pada alergi duduk di depan ya, terutama di depan kelas :D*




 Awalnya, tempat duduk (lesehan) masih berisi lima baris dan masih selaw bangetlah buat liat-liat kalau ada yang bening-bening. Menjelang pukul 11 pagi, pengunjung makin banyak. Wow! Kalau @Poconggg tau barisannya penunggunya sebanyak itu, dia bakal balik lagi deh ke kuburannya (maklum, dia biasa yang disebut penunggu malah diserbu “penunggu”). Untunglah dia nggak tahu, soalnya kru bukune cuma bilang, “Yah, ada 20 oranganlah.”

Ngurangin nol satu doang kayaknya nggak masalah ya, soalnya kan nol ga ada nilainya nggak sih? *pola pikir bukan-anak-matematika* Jadi, kan nggak boong-boong amat. Katanya sih, kalau boong demi kebaikan a.ka. kemaslahatan bersama itu dimaklumin. Katanya, sih, kalau bukan gitu, bagi-bagi dikitlah dosanya ma pembaca PJP yang dateng bejibun ke PIM kemaren (18/9). Hehe.

Oh, ya, balik lagi. Kan @Poconggg a.k.a Arief itu tahunya cuma dua puluhan gitu, dia udah ongkang-ongkang kaki aja tuh di ruangan kepala tokonya Gramedia. Dia nggak tahu aja, di luar, udah ada 200-an orang lebih. Kalau dia tahu, cowok pemalu (alhamdulillah yah, untung nggak malu-maluin. hihi) itu bakal jiper dah, soalnya dia takut mantannya semua yang dateng *padahal, ya, dia ngakunya selama ini jomlo-ngenes loh. what?*

 

Jadi, ya udah, dia nyuruh Bena—yang jadi moderator—duluan yang liat keluar, “Ben, tolong lo liatin ya. Ada si X nggak? Soalnya, kemaren pas dia minta balikin jaket yang dia kasih ke gue, gue nggak bales bbm-nya. Jaketnya udah gue kasih ke mantan gue yang lain. *ups, bagian ini fiktif doang deng, soalnya @Poconggg ngaku2 punya banyak mantan sih, jadi ya, imajinasi jadi liar gini deh*—gils, jangan sampe lo pada minta balikin barang-barang yang udah lo kasih ke mantan! Itu ada di “10 rules ampuh lupain mantan”. Kata artikel itu, “Jangan tukar harga diri lo dengan semua barang itu!” See? ;p



Okeh, balik lagi ke Poconggg. Akhirnya, keluarlah Bena dengan rambut kribonya itu. Dan, wow, semua penunggu pada teriak kayak ketemu Bena. Seru abis dah *biar yg nggak dateng pada iri* Beuh, Bena cakep banget hari itu. Rambutnya kribo, kacamatanya gede. Cowok idola masa kini banget pokoknya. 



Cewek-cewek histeris dunk. Tapi, wibawanya Bena langsung mampu mendiamkan teriakan itu dengan suaranya yang pas banget buat orang yang bernama Bena. Mungkin, kalau nggak inget persohiban dengan Poconggg, Bena bakal ngabisin waktu sampe acara selesai buat cuap-cuap dengan suaranya yang Bena-banget itu. Hoho. Soalnya, sebagian besar pengunjunganya itu cewek euy, bening-bening. (Menguntip si Poconggg pas udah muncul dan liat pengunjung cowok di pojokan, “Lah, cowok ngapain dateng ke acara yang nampilin cowok juga sih?” Bener juga ya apa yang Poconggg bilang. Tapi, kayaknya cowok-cowok itu pada cekikikan dalam hati deh: “Gue nggak liat lo, Cong. Gue liat cewek bening-bening ini jugalah.” :p)

 

Tapi, menginggat Poconggg udah deg-degan dari tadi, akhirnya Bena manggil Poconggg dan taraaa, pembaca PJP yang rata-rata ababil—eh, maksudnya abege gembil loh, bukan abege labil :p—langsung teriak-teriakin nama Poconggg. Tempat talk show yang penuh sesak itu semakin sesak.  


Ternyata, Poconggg bisa juga loh grogi di depan cewek-cewek cantik itu. “Di twit aja banyak ngomongnya, di sini diem,” ledek Bena. Duh, tambah salting de Poconggg dengan ledekan itu. Hihi.



Saat lagi acara itu, Poconggg sampe keausan dan minta salah satu air botol yang lagi dipegang salah satu pengunjung. Rusuh banget pas botol itu dibalikin, semuanya pada ribut. Kocak! Kayaknya botol itu bakal disimpen sama si empunya. Bayangin, ada bekas bibirnya @Poconggg di situ. Wow *blink blink*




Terus, @Poconggg lanjutin lagi cerita-cerita tentang dirinya selama setengah jam lebih *nggak tau tuh dia cerita apa, soalnya setiap dia ngomong, semua cewek langsung pada tereak-tereak. wkwkwk*

 

Lalu, masuk ke sesi pertanyaan. Sesi yang tadinya udah diatur dengan baik malah jadi penuh teriakan, semua orang pengen nanya dan udah pada teriak-teriak duluan sebelum ditunjuk (untunglah Bena udah kribo, klo ga, rambutnya bakal keriting deh ngatur yang nanya. Kayak yang di twit @bukune, suasana brutal, tapi seru! :D)

Pertanyaan yang diajukan ke @Poconggg seputar umur, udah punya pacar belum, rumahnya di mana, apa tujuan ke depan. Dan ada yang minta biodata lengkap segala. Eh, udah gitu, ada yang nanya kapan ke rumah? (bikin iri nggak siiiiy?)—psst, itu yang nanya anaknya pak dosennya si Poconggg, maksudnya kapan ke rumah kelarin skripsi. Hehe.


Tentang biodata lengkap, @Poconggg lupa berapa banyak saudaranya, soalnya kata dia, (entah teori dari mana), play boy itu mesti nggak boleh terlalu terlihat dekat dengan keluarga. (Lah, katanya jomlo, tp sekarang dia ngaku play boy dan punya pacar di semua fakultas. Haha. Poconggg, Poconggg, kocak banget deh dia *kedip-kedip*).

 
Soal umur, @Poconggg bilang dia masih 16 tahun. Katanya, kalau ada yang bilang dia 21an gitu, itu boong (?).

Oh, iya, yang paling bijak dari Poconggg, katanya carilah teman seperti Alitt)—yang hari itu nggak berkesempatan datang. Katanya, bisa dicela-cela tanpa perlawanan. Hoho. Tapi, psst, sepanjang talk show itu, @Poconggg ngomongin Alitt mulu deh, sampe mungkin para penonton pada curiga (ada apa antara Alittt dan Poconggg? Hmm…) *ikutanbakarmenyan* 


Sesi tanya jawab cukup panjang, tapi sayangnya yang dapet giliran nanya malah nanya hal yang sama. Di Twitter @bukune juga pertanyaan yang muncul sebagian besar sama dan sudah dijawab di acara. Tapi, tetep seru banget, soalnya kan pasti semua orang pengen tahu banyak tentang @Poconggg yang selama ini nyembunyiin identitasnya. Dan, semua pertanyaan itu dijawab @Poconggg dengan lancar dan sabar dan kocak.  

  



Dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul, dipilihlah lima orang yang beruntung dan bisa dapetin paket buku dari bukune. Dan seneng banget pastinya bisa maju ke depan dan salaman sama tangan (beneran) Poconggg.  




Abis sesi tanya jawab itu, acara dilanjutin dengan sesi tanda tangan dan foto-foto. Ini acara yang paling ditunggu-tunggu pastinya. Tapi, semua terlalu bersemangat sampe-sampe kru Bukune dan kru Gramed tiba-tiba harus merangkap jadi pengaman ala konser (eh, apa ala satpol pp ngamanin orang antre sembako ya?) Tapi, untunglah acara tanda tangan itu berakhir dengan tangan @Poconggg masih di tempatnya.




*Tapi, sebenernya, acara ini akan lebih oke kalau semuanya sabar dan berbaris dengan rapi, dan sedikit mengurangi teriakan-teriakan histeris ala kuburan. Jadi, pada yang sabar yaa kalau ada acara kayak gini lagi. :)*


 


Tapi, begitu kali ya emang rasanya mau ketemu @Poconggg yang selama ini suka lempar batu (nyela-nyela), sembunyi tangan itu. 


Pas acara tanda tangan dan foto-foto ini, ada beragam orang yang antre (orang beneran sih), mulai dari anak kecil sampe ibu-ibu yang sayang anak (waa, beruntung banget deh si anak punya ibu yang kayak gitu. Pasti dia seneng banget deh ya pulang-pulang dibawain oleh-oleh tanda tangan Poconggg *sirik*). 


Acara Interview with the @Poconggg dimulai pukul 11 sampe pukul 1 siang, akhirnya berakhir sekitar pukul 2 kurang. Premiere penampakan asli Poconggg ini bener-bener ruame. Oh, ya, ada juga bagi-bagi kaus Poconggg buat lima orang yang beruntung hari itu.



Satu kata buat acara Interview with the @Poconggg kemaren itu: ROCK! Seneng banget liat semangat para pemuda-pemudi Indonesia.


Tapi, yang pasti, semangat muda itu memang keren, bisa mengubah apa pun. Soekarno—godfather (tanya si Poconggg ya artinya apa) kita—juga bilang kok, “Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan kuguncang dunia!” (Beuh, bayangin aja, kemaren di PIM itu ada berapa banyak pemuda. Pantesan gramedia PIM itu berasa gempar abis).



So, mari kita manfaatkan semangat muda kita buat hal yang baik-baik, misalnya banyak-banyak baca buku. Okey, guys, tetap semangat ya buat membuka cakrawala—lahap buku sebanyak-banyaknya! (buat kamuh-kamuh yang masih SMP, buku Superlengkap Bahasa Indonesia SMP, terbitan GagasMedia *ehem, ehem, ditulis akyu dan sohib akyu* salah satu yang juga penting buat dibaca loh--eh, sama novel Kucing Melulu & Cerita (Me)Lulu ya :p. Must read before you're THIRTY! *promosi (tak) terselubung. sori, Cong. :* Wkwkwk* Dan, mari belajar menulis. Mana tahu bisa jadi kayak @Poconggg yang inspiratif banget itu. ^o^




See you! ;)



P.S.
Kalau ada talk show lagi, biar kamu-kamu bisa punya QT alias quality time sama Poconggg, harap perhatiin hal ini ya.

  • Teriak-teriaknya jangan sepanjang acara biar suara @Poconggg (yang seksi) itu bisa kedengeran.
  • Kalau nanya, siapin pertanyaan yang okeh, yang bisa bikin Poconggg menatap lo dengan terpana.
  • Harap berbaris rapi, tenang, dan sabar saat acara book signing dan foto-fotonya. Kalau lebih rapi, semua bakal dapat tanda tangan dan foto lebih cepet. Dan, kalau lagi baris-baris gitu, harap perhatiin barang berharga kamuh. Jangan sampe berpindah tangan atau tercecer. (Sayangnya, kemaren dua tiket bioskop yang kececer ada pemiliknya. #eh) :p
  • Terus, apa lagi ya? Pokoknya yang sabar dan jangan dorong-dorongan biar semua kebagian. Buktinya, ada yang mention di @bukune, katanya, “bener aja yang dibilang kru bukune, kalo sabar, semuanya kebagian dan dia nunjukin tanda tangan Poconggg.
Jadiii, diharapkan sabar dan tertib ya. Kan kita harus mulai belajar tertib sejak sekarang biar jadi anak kebangsaan bangsa dan negara. Tsah! :)



* kabar (singkat) Interview with the @Poconggg, Gramedia PIM, 18 September 2011

17 comments:

Anonymous said...

gw ngefansnya ga segila ababil, tp gw ikut dtg ke TKP karna penasaran dan pasti bakal rame bgt ni acara ^^ Dan bener aja.. huebohhh banget. Hiburan abis deh kemaren tu liat respon orang2, liar tapi seru. Dan yg bikin makin bangga, respon cewe2 model kayak gitu biasanya biasa dilihat buat artis2 luar negri.. kayak Justin Bieber, Pattinson, Suju, dll, bahkan kayaknya belum pernah ada respon gila buat artis lokal. Tp baru kali ini ada dan justru datengnya bukan dari penyanyi atau aktor film Indonesia, tapi dari cowo muda kreatif yg sembunyi dibalik kafan dan gentayangan di twitter buat bikin org galau & ketawa.. jadi makin sesuatu banget ya fenomena ini.

Anonymous said...

BUlk_one said:
thxyuu liputannya, puas walau gak ikutan disana....

neki chan said...

acaranya seru banget tuh kayanya :)
thanks artikelnya :D

adhitt said...

Wiiihhh, seru ney acaranya. Coba diadain di Jogja... Pengen juga salaman pake tangan (beneran) @Poconggg ... :) Sukses terus ney...

Arie Immaduddin said...

Liputannya bagus, acaranya luar biasa.. Terima kasih buat yg bikin posting liputan Premiere Penampakan @poconggg and congrats for you both! :)

FILIA said...

wuih, asyik kayaknya.
sayangnya gue gak bisa dateng,
yaiyalah orang gue diJogja..

nice post:) salam kenal :))

peblem said...

hahahaha.. lo bisa juga, wied, nulis ala ababil. kocak. :D

Nyai ipE said...

Beeeeh acara keren bngt iah :*
Iri bngt ama yg dpt botol yg ada bekas bibir poconggg -___-

Anonymous said...

@poconggg lain x klo bwat acara kyak gini di lapangan ja..... kan kacian mba2 n mas2 penjaga gramednya ^^
W g rugi2 amat jadi fans lo cong :)

Enno said...

terpana!

bukan, bukan karena reportase tentang penampakan si pocong. tapi karena kamu bisa nulis seababil inih!

wkwkwk

:P

gubuknya itaita said...

+prok 100x+ aku jarang2 loh liat (eh,, baca maksudnya) tulisan mbak iwied yg ababil begini, dan jadi suka. ababil campur alay. ehehehe...
ohh penulisnya yg jaket item itu ya mbak, aku ga sempet dateng siy supir ojek lagi cuti. tp koq aku pas liat poto2 di atas malah lebih fokus k yg rambutnya kriwil gimbal itu yah. ehehe.. iaa buku'a jg 'nyentrik unik + lucu':D
klo kata Rianty, "good job! i like it!" ehehe...

Shally said...

jadi mupeng hehehheeee
kemaren pas acaranya gak ikutan dateng..
tapi salutlah sama @Poconggg , sekarang penikmat twitter mana yang gak tau tentang @Poconggg sih hehehhehehee..
ohh ya makasih ya udah review in acaranya @Poconggg :)

penjual kenangan said...

dear all, makasih ya apresiasinya buat postingan ini. maapkan kalau sedikit ababil--abege gembil. ;p

p.s. semoga penampakan poconggg menghantui lo semua hehe.

windy said...

iwieed, baru baca postingan tulisan ala ababil lo ini. hehehe. di luar dugaan, gak ada bau-bau sastranya sama sekali. lucuk. kita memang perlu keluar sebentar dari zona nyaman menulis dengan gaya yang sama. :)

windy said...

iwieed, baru baca postingan tulisan ala ababil lo ini. hehehe. di luar dugaan, gak ada bau-bau sastranya sama sekali. lucuk. kita memang perlu keluar sebentar dari zona nyaman menulis dengan gaya yang sama. :)

Gina said...

Enak banget kalau baca tulisan sang penulis. Pengen sekali bisa menulis seindah itu.

syairko.com said...

selalu keren tulisannya.

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin