Penjual Kenangan

Friday, February 17, 2012

Surat Ketujuh: Aku Masih Mencintaimu, Tentu Saja

gambar di sini!



hei, kemarin hari lahirmu... tujuh tahun berlalu sudah.. tapi, seperti baru kemarin.... terkadang, entah bagaimana, kita kerap mempertukarkan waktu dalam sebuah masa lalu.

apa kabarmu? :)

jika kau bertanya apakah aku masih mencintaimu, tentu saja aku tak perlu berpikir lama untuk menjawabnya. aku masih mencintaimu. ah, bukan, aku tetap mencintaimu, sampai kapan pun. kau adalah sebentuk kenangan yang kusimpan dalam botol kaca yang kulapisi mantra-mantra. dia tak akan pernah bisa pecah berkeping-keping, pun ia terhempas berkali-kali.

hei, kau tak bertanya kabarku? :) hmm, ada banyak hal yang kulewati tahun kemarin. berpindah kota, berpindah pekerjaan, dan sempat berpindah hati pula. haha. begitulah. terkadang, kita ada sesuatu yang tak bisa kita pastikan. yah, karena katanya, tak ada yang pasti di muka bumi ini bukan selain ketidakpastian itu sendiri, kan? :p

tahun lalu, aku bertemu seseorang yang menyenangkan. dia membawakanku tawa setiap waktu. namun, suatu malam, dia membawakanku kesedihan. bukan dalam bentuk luka, kali ini. hanya dalam bentuk sebuah perasaan ganjil, semacam perasaan gamang. dia sempat bilang, mungkin dia bukan orang beruntung yang nanti akan aku ceritakan dalam surat panjang kepadamu--ya, dia membaca surat keenam yang kutuliskan untukmu tahun lalu. 

namun, dia sempat menjelma kenangan manis dalam fragmen langkahku--mengenangnya membuatku tersenyum, mungkin karena dia bawakan bahagia, yang mengaburkan luka hatiku kala itu. tapi, takdir kami tak bersilangan. demikian garis takdir katakan.

apakah aku mencintainya? entah. jika cinta adalah sebentuk perasaan bahagia, mungkin bisa dibilang, aku mencintainya. jika cinta seperti kamera polaroid, yang instan, mungkin bisa dibilang, aku mencintainya. tapi, cinta--yang aku tahu, adalah sebuah perjalanan panjang, "yang selalu menjagamu dari malam-malam kelam, dari kegamangan, pun dari prasangka terburuk sekalipun. karena itulah memperbincangkan cinta akan selalu menarik, tak ada habisnya."* 

kala itu, percakapan panjang kami tak ada habisnya. namun, kegamangan terkadang menelusup dalam malam-malam kelam. jadi, aku pun tak pasti, apakah kisah setahun lalu itu cinta atau bukan. 

tapi, yang pasti, aku mencintaimu. kau tahu, jika kau menyimpannya di sudut terjauh hati, cinta akan tetap di sana. mungkin begitulah cinta yang sebenarnya--cinta yang tak pernah habis dalam hitungan hari. cinta bukanlah sesuatu yang rumit, bukan, hanya sesuatu yang membuatmu tenang--membuatmu nyaman. dan, yang terpenting, membuatmu tak hilang harapan.

ya, aku mencintaimu. mengenangmu membuatku tenang, menyelipkan senyum di bibirku, dan membersitkan doa dalam hatiku. aku menyimpan cinta itu tetap di hati--agar ia tak menguap dan menyusut hanya karena terkena panas-dingin musim yang sedang tidak jelas. 

selamat hari lahir, adikku sayang. semoga cinta bisa menghangatkanmu di sana. karena cinta itu hangat, meski dalam bentuk sederhana; sebuah doa.

semoga Dia pun mencintaimu dan menempatkanmu dalam tempat terbaik-Nya.... 

amiin.


ah, aku terlalu banyak bicara tentang diriku sendiri, rupanya. tapi, entah kenapa, saat keping kenangan tentangmu kurekatkan satu per satu, ada air mata bersirebut jatuh--mungkin bukan karena kesedihan, hanya karena aku merindumu. terkadang, air mata jatuh bukan melulu karena kesedihan bukan, juga karena ada kebahagiaan yang menguar. 

ah, sungguh, aku ingin tahu, apa kabarmu di Sana? semoga, selalu bahagia yang kau rasa. :)





__________________________
*kutipan tentang cinta ini juga saya tuliskan dalam blurb novel Tentang Cinta (Bukune, 2012).

7 comments:

Enno said...

pertama baca ini, nyaris kecele dan mikir: 'hah? galau lagi?' ternyata lagi kangen mendiang adik :)

Isti said...

semoga doa yang tulus akan segera dikabulkan dan sampai kepada si penerima doa..

Nona Enno said...

:)

cuma bisa mengamini,
jd sedih saya...

pencakar langit said...

Iwied, gw jadi sedih. Inget banget pas pertama kali denger kabar waktu itu. Semua panik dan saling tangis.

Hope your brother in the hand of the God. And you will be strong as always *BIG HUG*

Mine and Me said...

aku nggak ngertitahu rasanya kehilangan adik, tapi aku bisa ngerti kalau kamu sedih dan masih teringat dengan dia...

smoga adik kamu mendapatkan tempat terbaik di sisiNya...

kriww said...

how sweet :)

I suddenly miss my family.

Anonymous said...

Love this

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin