Penjual Kenangan

Friday, January 14, 2011

Roller Coaster vs. Ferris Wheel



Tepat pada 12 Januari kemarin, seorang sahabat karib merayakan hari lahirnya.
Ia menjejaki usia saya yang sekarang--yang hampir saya tinggalkan juga. (Usia yang akan dijejaki juga oleh dua sahabat karib saya yang lain pada Mei dan Juni nanti.)


"Kau tahu," tulis saya dalam pesan pendek pada harinya lahirnya itu, "aku pernah menjejaki usia yang mulai kau jejak hari ini. Dan, rasanya, sedikit menegangkan. Seperti roller coaster." Saya kirimkan dengan maksud bukan untuk menakut-nakuti, hanya menceritakan bagaimana rasa yang saya dapat ketika berada dalam usia yang baru mulai ia pijak. :) Lagi pula, campuran warna dalam setiap fase usia orang tentu berbeda-beda.

Ya, usia yang akan saya tinggalkan ini cukup memiliki campuran warna yang, hmm, tidak terlalu saya inginkan (tapi saya tahu setiap warna ditinggalkan demi sesuatu). Mungkin, bisa dibilang seperti naik roller coaster. Mengaduk-aduk dan membuat saya ingin, kalau bisa, segera turun saat itu juga. Bahkan, hitungan menit itu pun serasa bertahun-tahun lamanya. Dan, mungkin, ada makian dalam hati, kenapa mau-maunya berlama-lama antre hanya untuk membuatmu menahan napas selama permainan agar deritanya tidak terasa (agar efeknya semacam dalam eutanasia, mungkin). 

Sebenarnya, saya termasuk orang yang menyukai tantangan--seperti yang selalu saya tulis dalam surat lamaran pekerjaan, sebagai salah satu alasan kenapa mereka layak menerima saya. :D Tapi, rasanya, saya bukan pecandu permainan seperti itu. Selama saya ingat, rasanya, saya baru dua atau tiga kali naik roller coaster di Dufan--bukan salah satu permainan yang jadi urutan pertama dalam list "permainan yang saya sukai". :)

Tapi, seperti halnya roller coaster, fase usia yang akan saya tinggalkan ini meninggalkan sesuatu yang mungkin tak akan pernah saya lupakan. Akan tersimpan dalam sebuah sudut yang dinamakan "hal-yang-membuat-jantungmu-seperti-ditarik-keluar".
Seperti roller coaster, saya pikir, hal yang saya rasakan dalam fase usia ini juga bukan menjadi urutan pertama dalam list "hal-hal yang saya sukai". 
Seperti roller coaster, kalau tidak salah ingat, saya butuh pegangan setelah turun dari permainan itu. 

Hei, usia di depan sana, apa kabarmu? Masihkah kita bertemu? Jika ya, semoga bukan tornado yang ada di fasemu itu. Semoga seperti berada di ferris wheel di kala lampu-lampu kota menyala, dengan udara hangat yang berembus pelan, membawa aroma cokelat hangat atau teh rasa mint yang menenangkan. :) 

*btw, saya belum pernah naik permainan tornado. hehe. Kata teman saya sih, seperti versi ekstrem permainan "rajawali"--yang pernah saya naiki sekali, waktu saya smp, dan bersumpah tidak akan naik permainan semacam itu lagi. :p 

** Oh, ya, bagi yang belum pernah naik roller coaster, juga tornado, "saya menyukai tantangan" tetap perlu ada di dalam surat lamaran pekerjaan. Rasanya, sudah pernah ataupun belum, tidak terlalu berpengaruh kok. Haha. ;)


p.s. happy b'day to andriw littlegurl. ^^




#pinjam gambar di sini!#

3 comments:

Shelly said...

haha aku udah baca ka, kaka setiap hari nulis ya? *sok tau
ka itu gambar-gambarnya darimana kalo boleh tau?

penjual kenangan said...

eh, shelly sdh baca apakah maksudnya? :D
pengenny bisa nulis setiap hari, tapi yg terjadi malah ngedit setiap hari *hihi, klo ga ngedit tiap hari, nti takut dibilang makan gaji buta. haha.

gambarnya banyak yg minjem dr http://vi.sualize.us/ :)

Shelly said...

ka follow twitter shelly ya?
shellyseldut

hhe

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin