Penjual Kenangan

Tuesday, January 31, 2017

luka kali ini





sering kali, kau terluka lagi bukan karena kau tak ingat bagaimana rasanya nyeri. bisa jadi karena kau terlalu antusias akan sesuatu. aku pun pernah begitu. sering, tepatnya. bahkan, kemarin baru saja terjadi.

luka memanjang di jariku, darahnya mengalir. namun, semua seakan tak terasa kala seseorang yang baik hati merawat lukamu. merelakan plester kesayangan ia bagi satu untukmu. "boleh untukmu," katanya, "karena kali ini kau terluka." lalu, ia memasangkannya, dan tak lupa bilang agar esok aku hati-hati.

luka kali ini, entah mengapa ia terasa begitu menyesap ke hati. bukan meninggalkan nyeri, melainkan rasa syukur. entah mengapa. bukankah luka seharusnya selalu meninggalkan nyeri yang sama?

ternyata tidak di luka kali ini.

luka kali ini, ia seakan ingin mengingatkanku--bahwa ternyata seseorang ini, ia pun tak membiarkanku terluka sendiri.




1 comment:

Tamara Hijab said...

Asyik. Insiden sepele seperti terluka ternyata bisa dibikin cerita yg sedemikian apik. Saya suka cerita-cerita kak Widyawati. Kebetulan saya juga tengah membaca buku Kaka yg judulnya "Penjual Kenangan".. 😊😊😊

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin