Penjual Kenangan

Thursday, September 02, 2010

malam-malam



malam tadi, saya dan gita--sahabat saya--melakukan hal yang menurut saya paling konyol, dalam minggu ini.

rencananya, kami akan pergi ke masjid at-tiin di daerah taman mini indonesia indah. pukul setengah sepuluh, kami berangkat dari depok dengan sepeda motor. setelah isi bensin, saya jalan pelan-pelan. ternyata, jalanan masih ramai di daerah pasar rebo. lalu, dengan berbekal petunjuk arah dari tunangan sahabat saya ini, kami jalan--dengan tidak pasti. lurus lurus aja, nanti kalau sudah lewat jalan baru, belok kiri. nah, jalanan malam terasa (semakin) membingungkan. jadilah saya selalu berteriak-teriak dari balik helm fullface, mengalahkan deru angin.

saat ada pertigaan, saya khawatir. "belok kiri-nya mana, git?" teriak saya.
"masih lurus," sahut gita.

oke, kami lanjut. lalu, tak lama, karena merasa jalanan sudah semakin jauh, saya berteriak lagi, "belok kiri di mana, git?" gita menjawab sama.

lalu, ada belokan kiri lagi. petunjuk arah menunjukkan ke tmii belok kiri. jadi, saya berasumsi kami belok kiri sebentar lagi. lalu, saat ada belokan, malah ada arah petunjuk arah ke daerah lain. tmii masih lurus. duh.
lalu, ada tanda yang sangat-sangat jelas. tmmi belok kiri, terpampang di rambu lalu lintas jalan raya itu.

"di sini, git, belok kirinya?" tanya saya cepat karena sepeda motor terus melaju.

"iya, ini kayaknya, katanya jalannya agak muter gitu."

"ini bukan ya?" tanya saya lagi, tetapi tetap melajukan sepeda motor ke arah kiri itu.

jadilah kami berbelok ke sana. dan, sepi.

"git, di sini bukan ya?" tanya saya sambil tetap ngegas. "kok sepi, git?" lanjut saya mulai deg-degan karena selain sepi, jalan itu juga gelap. belokan tajam pula. "git, ini bukan ya...? git...."

"ngg... iya, kayaknya...." suara gita terdengar ragu di balik helmnya.

"git... jangan-jangan...," ah, saya mulai ketakutan. lebih takut daripada saat ditilang waktu itu.

lalu, "tiiin, tiiin, tiinn." sebuah angkot yang sedang melaju kencang berhenti mendadak. satu-dua meter di depan kami. saya segera melajukan motor mendekati. orang-orang dalam angkot itu memandangi kami dari kaca belakang mobil. duh...

"MBAK!!! INI JALAN TOL!!!" teriak seorang cewek yang duduk di kursi penumpang di samping sopir.

"eh," sahut saya tergagap. dan, sumpah, deg-degan banget.

"ntar ditangkep polisi, mbak," tambah si sopir angkot.

"iya, itu... kalau ke taman mini lewat mana, ya?" tanya saya, mungkin--lebih tepatnya--gumam saya dari balik helm.

"itu tadi lurus dulu," sahut si cewek.

"oh...," sahut saya.

"balik aja," ucap entah siapa di angkot itu. lalu, si angkot kembali melaju sangat kencang.

saat itu, saya nggak tau reaksi gita apa karena saya sangat sibuk deg-degan....

"git...," huhu, ingin nangis rasanya saya (ini lebih parah daripada waktu saya naik motor sendirian, trus nyasar, trus ujan T_T)

"git, turun dulu, git," ucap saya lirih, tak bisa berkata-kata banyak. kami berhenti tepat di tikungan. jadi, bingung mau muter gimana, takut ada mobil yang tiba-tiba melaju cepat di jalan tol itu. mana gelap.

saat berhasil putar arah dan gita sudah naik di boncengan, saya melajukan motor pelan-pelan, dan sangat minggir-minggir--takut ada mobil datang dari arah yang berlawanan dari kami.

saya dan gita tak berkata-kata banyak, hanya waswas menyusuri tikungan itu.

"serem banget, wid, kalau ada mobil," komentar gita.

"he-eh," kata saya. dan ada satu mobil lewat. untungnya, kami berada di pinggir.

perjalanan putar arah itu terasa lama. dan, sampai ke tikungan yang sangat tajam, saya membunyikan klakson buat jaga-jaga. dan, akhirnya, sampailah kami ke jalanan utama. saya sempat bingung bagaimana cara memutar. dan, untunglah jalan sepi. jadi, kami bisa potong arah jalan ke kiri dengan cepat.

dan, tak lama, terlihatlah tmii, dan masjid at-tiin tak jauh di sebelahnya. sepanjang malam, saya ga bisa berhenti tertawa mengingat kejadian itu. kejadian yang konyol (bodoh?)itu. :p

"parah ya, kita, wid," komentar gita saat kami memasuki halaman masjid.

"iya, malu-maluin ya."

"iya, untung kita pake helm," ujar gita.

hahaha. iya. untung orang-orang seangkot itu ga tau siapa dua cewek yang malem-malem, dengan bodohnya, masuk ke jalan tol pake motor. it's our secret. ok? ;)

2 comments:

Desfirawita said...

hehehe...

pencakar langit said...

dodol ye, booo...*jangan sampe nyasar kayak elo--mulut komat-kamit*

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin