Siapkan sesaku penuh harapan. Ikutilah ke mana angin berembus. Jika beruntung, kau akan sampai di sini. Tak perlu terlalu lama menimbang-nimbang hati. Ikuti saja arah angin. Dan, suatu hari, kita akan duduk di sini. Berdua. Menjual kenangan.
FRAGMEN
Penjual Kenangan
Tak bisa memastikan arah; mana utara, selatan, barat, timur, apalagi barat daya. Tak bisa menyamakan lirik lagu dan nada, tetapi tetap saja bernyanyi. Sering terjaga sampai malam, tetapi hanya menatap layar kosong. Esoknya, tak satu kisah pun yang jadi. Sering berjanji [tak tertepati] pada buku-buku, "Besok akan kubaca". Selalu bertaruh dengan pagi. Selalu akrab dengan keterburu-buruan. Pencinta kisah tukang sepatu yang baik hati yang menemukan keajaiban peri-peri yang tak kalah baik hati. Ia pernah menjelma tukang sepatu itu, bahkan sampai sekarang peri itu selalu ada dengan kebaikan hatinya. Tak salah jika ia begitu percaya keajaiban. Selalu bercerita tentang harapan yang bersahabat lama dengan detak waktu. (Masih) percaya, segala sesuatu yang terjadi tak akan sia-sia.
nggak melulu tentang cinta, nggak melulu tentang kucing; yang pasti ini kisahnya lulu dan kucingnya si tabby sesil; unordinary cat's story ^_^ (kucing melulu & cerita cinta [me]lulu, gagasmedia, 2009)
Look Inside!
Kucing, Waiting, Watching!
Look Inside!
What a Day!
HUTAN GUGUR
Ada rahasia yang kita tinggalkan di sana--Gunung Argopuro, Agustus 2007
MENYENJA
teruskan saja langkah. kita akan sampai ke ujung pelangi--Menuju Wilis, Januari 2008
0 komentar:
Post a Comment