Penjual Kenangan

Tuesday, July 12, 2011

my best friend's wedding [2]


pose yang ini mirip waktu nikahan gita. suka. :)



Hei, kali ini, seorang sahabat kembali menjelma cinta. Semoga bahagia selalu bertabur di sepanjang perjalanan kalian, selamanya—itu doa yang aku kirimkan untuk dia dan yang berjanji akan menjaganya, saling menjaga. ^^








Psst, aku ingin membagi sedikit rahasia tentang mereka. Kau tahu, perjalanan mereka--bisa dibilang--begitu panjang dan (wow) penuh liku. Hehe. Namun, guratan di telapak tangan mereka tak bisa berdusta: mereka akan bertemu di sebuah persimpangan dan saling mengeratkan genggaman. Benang merah di kelingking mereka pun terurai dalam kusutnya, dengan ajaib; mungkin ia pun mampu mendengar doa-doa.

Kisah cinta mereka, kau tahu, telah ditempa detak-detak waktu untuk menjelma bahagia. “Haha, kalian seperti Cinta dan Rangga saja,” komentarku ketika gadis kecil itu menceritakan kisahnya mengejar kereta sang kekasih yang hampir berangkat. Lalu, banyak lagi persimpangan-persimpangan yang membuat mereka meragu.

Mungkin, jika kutanya, mereka akan menjawab, jatuh cinta itu tak mudah. Namun, mereka tak akan pernah mendusta bahwa cinta jugalah yang membuat mereka kuat dalam perjalanan panjang. Cinta—dia begitu ganjil hanya untuk bilang betapa dia menyayangmu dan betapa dia ingin bilang bahwa harapannya hanya ingin mempertemukan dengan seseorang yang melengkapimu (you complete me, begitu yang kau ucapkan ketika bertemu dengan seseorang itu), tetapi dia punya janji suci untuk tetap merahasia. Itu demi bahagiamu, tentu saja, agar kau tak membuatnya sekadar cinta.

Mungkin, jika kita bicara cinta, kau tahu, benar kata mereka-mereka: cinta telah sejak lama memilihmu dan dia untuk memiliki potongan tiket yang sama (dan bukan dalam pilihan acak). Dia akan mempertemukan kau dengan seseorang yang telah memegang tiket perjalanan untuk kursi kosong di sebelahmu. Mungkin, kau hanya perlu tidak egois untuk meletakkan berbagai barang bawaanmu di kursi itu. Hei, kursi itu ada orangnya.  ;)




p.s. selamat berbahagia, Andri & Atmo. Bahagia akan selalu mencipta untuk kalian, aku turut doakan. Pasti. :)

5 comments:

Andri said...

Ah, kamuh...aku terharu.
Terima kasih untuk menjadi labuhan cerita 10 tahun terakhir yang kadang dikemas tawa, tapi lebih sering berakhir air mata keknya ya hehe.
"Teman Berjalan" tak bisa selalu menyamakan langkah denganmu, kadang kau harus mengejarnya, kadang ia melangkah pelan di belakangmu. Tapi, percaya, ia selalu ada ... menemani berjalan ^_^

honeylizious said...

so sweet.. Paling suka bagian kursi kosong di sebelahmu...

rona-nauli said...

ikut seneng ^^

kriww said...

terharu... I wish someone will be thinking about me this way in my wedding...

salam kenal... love your wrtitings :)

penjual kenangan said...

@andri: hehee, waktu berjalan begitu cepat, dear. semoga langkah selalu dalam lindungan doa-doa. :D

@honeylizious: hehe. smoga bukan seperti "hant* kursi kosong" #eh :D jd horor. hihi.

@rona-nauli: (tambah) ikut senang. ^^

@kriww: salam kenal jg, kriww. makasih sering mampir k sini. ^^ *make a wish hal yang sama* nanti, aku diundang yaa. ;)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin