Penjual Kenangan

Friday, October 15, 2010

ketika hari-hari menghilang



"hari-hari menghilang. dan aku masih mendapati langkah masih menjejak di sini. pada awal yang sama," ucapmu kepadaku suatu hari.

katamu, kau tak bisa lagi merasakan garangnya matahari berkali-kali menyentuh kepalamu, menggores lembut kulitmu. "tidak seperti dulu," tambahmu lagi.


dan, lalu, kau ceritakan tentang janji yang kau ucapkan kepada seseorang yang begitu kau sayangi, "satu tahun lagi, aku akan kembali. membawakanmu sebuah lukisan kisah yang sempurna. kisah cinta," janjimu.

dan, ternyata, sampai satu tahun ini, kau tak menyelesaikan apa-apa. tak satu lukisan kisah pun yang kau beri bingkai. yang sempurna, inginmu.

lalu, kau duduk di sampingku. kau tahu, saat itu, aku melihat banyak kisah di matamu. yang berkeliaran tak berarah.

"jika ada yang bertanya padamu tentang lamanya waktu, katakan kepadanya, ia seperti angin," ujarmu cepat, menatap padang ilalang di hadapan kita; seakan tak ingin membagi sepenggal kisah pun yang ada di matamu itu. "yang datang tanpa kau sadari, dan pergi begitu saja, sebelum sempat kau suguhi sesuatu," kau selesaikan kalimatmu, seakan menyesali, satu-dua hal, atau mungkin lebih dari itu.

aku belum sempat mencoba mengkalkulasi lamanya waktu, dalam benakku. "itulah hitungan lamanya waktu. jika kau tak berhasil mencampur warna menjadi sempurna," katamu lagi, lalu berdiam. lama.

hari semakin petang saja.

aku tak berhasil mencari-cari kata-kata--yang juga sempurna--untuk menimpali ceritamu.
lalu, aku hanya diam. kau pun diam.

dan, kau tahu, kala itu, aku benar-benar merasakan keheningan. yang sungguh-sungguh sempurna. ah, mungkin saja. atau, itu hanya perasaan yang ganjil dalam diriku saja?

Norah's Lullaby


Terkadang, saat merasa diakbrabi hening, saya mendengarkan
dia. Kau tahu? Mendengarkannya seperti sedang mendengarkan seorang sahabat bercerita. Mengisahkan padamu tentang kisah-kisah cinta. Memberimu pelukan erat, ketika kisah cinta sedang tak bahagia. Dan, memberimu kata-kata seperti, "suatu hari, dia akan menyesal melakukan hal itu padamu," ketika kau pikir cinta sedang tak memihak. ;D



"Heart Of Mine"


Heart of mine,
Be still
You can play with fire,
But you'll get the bill
Don't let him know
Don't let him know that you love him
Oh, don't be a fool, don't be blind
Heart of mine

Heart of mine,
Go back home
You've got no reason to wander
No reason to roam
Don't let him see
Don't let him see that you need him
Oh, don't push yourself over the line
Heart of mine

[bridge]

Heart of mine,
Go back where you been
The only trouble with you
Is if you let him in
Don't let him hear
Don't let him hear where you're goin'
Oh, I'm tired of ties that bind
Heart of mine

[bridge]

Heart of mine,
So malicious and so full of guile
I give you an inch
And you take a mile
Don't let yourself fall
Don't let yourself stumble
Oh, do the time, don't do the crime
Heart of mine

Heart of mine...

Oh, oh, oh...

Heart of mine...



Dan, juga seperti seorang sahabat yang memberikan nyala semangat; yang bilang bahwa kau tak sendiri. Bahwa mimpi-mimpi akan membawakanmu bahagia, bersamanya.




"Rosie's Lullaby"


She walked by the ocean,
And waited for a star,
To carry her away.

Feelin' so small,
At the bottom of the world,
Lookin' up to God.

She tries to take deep breaths,
To smell the salty sea,
As it moves over her feet.

The water pulls so strong,
And no-one is around,
And the moon is looking down.

Sayin',
Rosie - come with me,
Close your eyes - and dream.

The big ships are rollin',
And lightin' up the night,
And she calls out, but they just her pass by.

The waves are crashin',
But not making a sound,
Just mouthing along.

Sayin',
Rosie - come with me,
Close your eyes and dream,
Close your eyes and dream,
Close your eyes and dream.



Yang kadang bersamamu mencari jawab. Tentang bahagia. Tentang kehilangan. Dan tentang sepi yang kadang bisa menggila.




"Carnival Town"

Round 'n round
Carousel
Has got you under it's spell
Moving so fast...but
Going nowhere

Up 'n down
Ferris wheel
Tell me how does it feel
To be so high...
Looking down here

Is it lonely?
Lonely
Lonely

Did the clown
Make you smile
He was only your fool for a while
Now he's gone back home
And left you wandering there

Is it lonely?
Lonely
Lonely


Dan, terkadang dia seperti mewujud dirimu, yang inginkan hari tiba-tiba saja menghilang, membawamu pada masa ketika langit mewarna, bukan lagi kelabu. Yang kadang tak ingin terperangkap lama dalam mimpi. Dalam mimpi yang hanya hitam putih. Yang kadang bilang, dia pun tak bisa sendiri, ingin kau ada dan genggam tangannya.



"Wake Me Up"

Wake me up when it's over,
Wake me up when it's done,
When he's gone away and taken everything,
Wake me up.

Wake me up when the skies are clearing,
When the water is still,
'cause I will not watch the ships sail away so,
Please say you will.

If it were any other day,
This wouldn't get the best of me.

But today I'm not so strong,
So lay me down with a sad song,
And when it stops then you know I've been,
Gone too long.

But don't shake me awake,
Don't bend me or I will break,
Come find me somewhere between my dreams,
With the sun on my face.

I will still feel it later on,
But for now I'd rather be asleep."



Dan, terkadang, aku biarkan saja dia bercerita. Tentang sesuatu yang tak seharusnya pernah kau khianati, kepercayaan, misalnya. Tentang apa saja. Tentang dunia.
Tentang segala.


"Things You Don't Have To Do"

I walk down the diamond studded concrete canyon
Nobody looked me in the eye
Tried to fly to the moon
Only made it to the sky
I was looking, looking for
I couldn't find a friend
Searching for a clear connection
Without a digital send

Ain't it just a little scary sometimes
To find the lies that you know to be true
I'll find you smiling about
Things you don't have to do

Bill doesn't call me anymore
I hear he's found religion
Big haired blonde apprentice beautician
And all the words and gesticulations that came before
Don't seem to mean a thing
You can feel fine to drop a dime
If you're ever hanging by a string

Ain't it just a little scary sometimes
To find the lies that you know to be true
I'll find you smiling about
Things you don't have to do

I hear voices crying out
Echoes on the boulevard
Contentious rambling incantations
Of some senile bard
There's too much going on around here
To keep my head from spinning
And this constant acceleration
Blurs any ties to the beginning

Ain't it just a little scary sometimes
To find the lies that you know to be true
I'll find you smiling about
Things you don't have to do



Tentang cinta, lebih seringnya. Tapi, kau tahu, aku menyukainya. Mendengarkannya, seperti mendengarkan seorang sahabat. Yang kadang memberimu waktu untuk bertanya, tentang sesuatu yang kadang tak terbilang, yang tak kau pahami, tetapi sebenarnya kau pahami, sesuatu yang perlu kau tanyakan, kepada hatimu.


"Not Too Late"

Tell me how you've been,
Tell what you've seen,
Tell me that you'd like to see me too.

'cause my heart is full of no blood,
My cup is full of no love,
Couldn't take another sip even if I wanted.

But it's not too late,
Not too late for love.

My lungs are out of air,
Yours are holding smoke,
And it's been like that now for so long.

I've seen people try to change,
And I know it isn't easy,
But nothin' worth the time ever really is.

And it's not too late,
It's not too late for love,
For love,
For love,
For love.



:)


p.s. I owe her pics!

Monday, October 11, 2010

tanda cinta

dan, aku selalu menemukan banyak tawa,
dan tak akan pernah kehilangan tawa meski kadang tak bisa menggapai-ku di angkasa.
terima kasih. :)








Saya dan Chizumi


Hei, ini dia Chizumi, si merah yang menemani saya sejak maret lalu. Senang punya Chizumi karena jarak kantor jadi terasa lebih dekat, dan lebih hemat, pastinya. ;)

Dalam enam bulan ini... udah banyak yang kami alami. Hari pertama, di parkiran, dia sudah jatuh menimpa motor-motor di sebelahnya, sekitar empat lima motor. Standarnya berdiri di tanah yang tidak rata, jadi begitulah yang terjadi. Saya tak bisa menahan beratnya dan ia jatuh dengan mirisnya. Ujung setangnya menggores jok salah satu motor rekan kerja saya.... (jadi ga enak banget... tapi untungnya orangnya tidak mempermasalahkan). Untunglah, ada teman yang membantu Chizumi kembali berdiri tegak. Sejak saat itu, saya selalu parkir dekat pos satpam agar tidak terjadi hal seperti itu.


Lalu, Chizumi juga beberapa kali terpeleset saat saya memasukkannya. Lantai ubin sesudah hujan memang tidak cocok buatnya.

Lalu, saat saya sedang jalan hati-hati, kami ditilang polisi saat memutar arah di tempat (yang ternyata ada tanda dilarang memutar) yang biasa dijadikan tempat memutar oleh orang-orang di jalan itu. Sialnya, saya tidak tahu, dan lebih sialnya lagi, ada polisi. Jadilah kami ditilang. :(

Pernah juga saya dan Chizumi nyasar di tengah hujan, malam-malam pula. Yang paling menyedihkan, saya dan Chizumi pernah tabrakan dengan motor lain... Kali itu, bukan salah saya karena si mbak yang di motor dari arah berlawanan arah itu yang mengambil jalur saya. Sepatbor alias sayap roda Chizumi retak-retak dan tergores.



Setangnya miring dan harus dipres di bengkel. Ah, kasihan banget, padahal usianya baru itungan bulan. Udah banyak banget yang dialaminya...

Kali lain, pernah juga Chizumi saya ajak masuk jalan tol. Dan, pernah juga saat saya memutarnya di depan kosan, ransel saya menyangkut di sambungan paralon air. Alhasil, paralon itu patah dan air muncrat sana sini. Chizumi basah-basahan kena cipratan air itu, sementara saya berlindung alias ngumpet di dapur biar nggak ikutan basah--soalnya, udah mau berangkat kerja.

Dan, hari ini, uh... Chizumi kasihan banget... Dia ditimpa orang yang jatuh gara-gara digebukin dan ditendangin orang. Tadi pagi, saya dan Chizumi berjalan dengan hati-hati. Hari masih cukup pagi. Lalu, di tengah jalan, kami melihat ada orang yang terbaring di trotoar, ternyata habis tabrakan. Tampaknya tidak terlalu parah dan jalanan tidak terlalu macet.

Lalu, sampailah kami di daerah sebuah stasiun. Di depan, beberapa meter lagi, kami akan berbelok dan memasuki jalanan yang cukup bersahabat--jalanan kampung, istilah saya. Namun, ternyata agak macet. Saya pikir, tak ada apa-apa karena memang sering macet di sana. Namun, tak lama, diketahuilah bahwa ada tabrakan.

"Ah, udah dua aja tabrakan hari ini," kata saya dalam hati, berusaha hati-hati. Kemacetan itu dipenuhi suara klakson. Saya berusaha sabar karena kasihan pada korban. Mobil yang memotong jalan itulah yang menyebabkan jalanan macet. Dia memotong tajam. Tapi, saya tidak tahu mana yang menabrak dan mana yang ditabrak.

Lalu, muncullah seorang laki-laki dengan muka yang berdarah-darah. Dia hanya memakai kaus dan celana pendek. Deg! Hati saya tidak enak. Dia melintas di depan saya dan Chizumi. Lalu, berhenti. Saya melihat celah untuk bergerak, tapi tidak ada. Lalu, ngocehlah orang itu. "Lapor polisi sana. Gue nggak takut!" kata dia dengan nyolot. "Iya, gue bakal tanggung jawab. Gue nggak takut," lanjutnya ngoceh. Dan, saya tak tahu lagi apa yang dia ocehkan.

Tiba-tiba saja, seorang pria lengkap dengan helm dan jaket ala bikers menendang orang yang berdarah-darah itu. Lalu, secepat kilat, terjadilah pukul-pukulan dan tendang-tendangan (semua orang jadi kalap dan ikutan terlibat dalam perkelahian nggak penting itu), dan semakin mendekati saya dan Shizumi... Saya panik (plus ketakutan, hiks) dan mencari celah untuk bergerak. Tapi, ternyata tak ada.

Dan, tanpa diduga, orang yang ditendang dan dipukulin itu jatuh dan menimpa motor saya. Saya refleks melepaskan motor itu dan meloncat. Saya tak ingat jelas kejadiannnya. Yang saya tahu, Shizumi sudah jatuh dan orang itu menibannya. Dan, saat itu, orang-orang masih menendangi si orang--sialan--itu.

Saya hanya bisa berdiri dan ketakutan. Dan, berusaha mencari pertolongan, tapi tak ada. Jadilah saya pasrah. Cukup lama kejadian itu. Lalu, datanglah orang melerai. Saya tak menyimak. Yang saya tahu, orang sialan itu sudah berdiri dari motor saya. Lalu, dengan sedikit gemetar, saya mendekati Chizumi yang terkapar. Lalu, seorang pria yang cukup baik hati membantu saya mendirikannya. "Langsung jalan aja, Mbak," katanya. Dengan tergagap, saya menyalakan starter, tapi tak bisa.

Lalu, saya berusaha menstarter lagi. "Iya, langsung jalan aja, Mbak," ulangnya, semakin membuat saya panik. Saat itu, saya tidak menyadari keadaan di sekeliling. Dan, kalaupun Chizumi kenapa-napa, tidak mungkin saya menuntut orang-orang yang berantem itu, yang uh, sangat-sangat sialan itu.

Saya mencoba menstarter kembali, tetapi tak bisa. Saya semakin kalut dan menyadari bahwa tangan saya gemetar. Lalu, dengan tampang yang hampir menangis, saya melihat ke orang yang membantu tadi, "Gak bisa nyalaaa...," kata saya memelas.

Orang itu mencoba menyalakannya. Sekali dua kali. Untungnya, starteran ketiga, Chizumi menyala. "Langsung jalan aja, Mbak," kata orang itu. Saya kebat-kebit di tengah huru-hara nggak jelas itu. Dan, sambil melajukan Chizumi, mata saya berkaca-kaca di balik helm fullface saya. Campuran kesal dan rasa takut. Dan, saya tidak bisa melampiaskan kepada siapa-siapa.


Saat saya lajukan, setang motor itu terasa sedikit bermasalah, mungkin bengkok lagi... Ah, saya seperti menjadi pelanduk di antara dua gajah yang bertarung. Huhuuu... Dalam perjalanan yang masih cukup jauh ke kantor itu, saya menahan-nahan perasaan saya. Dan, sempat berpikir, harusnya saya menitip satu tendangan buat orang itu tadi...

Lalu, sampailah saya di kantor.... Di tempat parkir di pos satpam, saya mengecek Chizumi. Dua orang Pak Satpam yang baik hati menanyakan saya kenapa. Lalu, dengan terbata-bata, saya menceritakan kejadian itu. Saat itu, saya masih berusaha menahan air mata meski sepertinya sudah ada yang mengalir. Pak Satpam mengurus Chizumi, "Udah..., masuk dulu, Wied, minum dulu," kata mereka dengan baiknya....

Dan, saat masuk ruangan, saya menceritakannya kepada tetangga kubikel saya. Dan, saat itu, air mata tak lagi tertahan. Huhuuhu. Saya kesaaaal dan ketakutan sendirian...

Ah, entahlah, seperti yang pernah saya tuliskan, saya merasa usia memakan keberanian saya sedikit demi sedikit.... Dulu, saya berani berantem dengan cowok. Ah, tapi, itu ketika saya SMP. Dan, itu sudah, hmm, sekitar 15 tahun lalu. Ah, benar saja. Usia memang diam-diam menggerogoti keberanian saya, perlahan-lahan....

Friday, October 08, 2010

namanya siapa ya?

"Yang nikah tgl 9 dan 10 oktober harap menyewa pawang hujan!" tulis Nulur di status YM-nya. Lalu, isenglah saya menyapa sahabat saya itu. :)
[o] Anda saat ini tampil offline ke NuLur!.

iwied_bae: emg lo reseller pawang ujan?
iwied_bae: :))
NuLur!: :))
iwied_bae: eh, terima imel gw ga?
NuLur!: kesiaaan yg nikah besok. ntar gue gak dtg gara2 ujan lagii
NuLur!: terima2
NuLur!: belon dibuka...baru nyampe
iwied_bae: oh, km br sampe
iwied_bae: dah ujan di depok?
NuLur!: udaaah.....
NuLur!: menduuung banget
NuLur!: tadi pan gue naek taksi akhirnyaa
NuLur!: males banget kalo ujan2an
NuLur!: :))
iwied_bae: oh... tak kira kamu sama si betty
iwied_bae: :P
NuLur!: keujanan muluuu
NuLur!: kesian, belon dimandiin pulaa
NuLur!: kesian banget tuh betty
iwied_bae: hehe, gw juga tuh
iwied_bae: si --ah, gw ga punya namanya, lur
iwied_bae: sapa dunk?
NuLur!: si si si ahmad?
NuLur!: :))
iwied_bae: :(
iwied_bae: masa si ahmad? :(
NuLur!: tentukan jenis kelaminnya dulu
iwied_bae: :((
NuLur!: motor lo betina apa jantan?
iwied_bae: betina aja de
iwied_bae: :)
iwied_bae: si sally aja ya
iwied_bae: :)
iwied_bae: biar mirip2 ma lo
iwied_bae: :)
NuLur!: sally mah nama sepeda gue
iwied_bae: oh, udah ya?
iwied_bae: :(
iwied_bae: :((
NuLur!: :))
iwied_bae: mary jane?
NuLur!: wiwid aja biar sama kayak lo
NuLur!: candy candy
iwied_bae: Diiih
iwied_bae: bagusan si candy apa si mary jane?
NuLur!: mending candy ato pansy
NuLur!: mary jane kesannya merana
iwied_bae: candy aja ya biar terdengar lbh ceria
iwied_bae: iya, beetuuul
iwied_bae: oke, i got it
iwied_bae: :)
NuLur!: candy-candy
NuLur!: temennya candi sapa namanya?
iwied_bae:
NuLur!: ato usagi tsukino?
iwied_bae: ah, jangan susah2
iwied_bae: temenny candy, si any
NuLur!: jangan any aah...biasa banget
iwied_bae: iya, kan udah dapet candy-candy
iwied_bae: bisa dipanggil candy, secara singkat
iwied_bae: :)
NuLur!: tapi...tapi...gue inget sinetron candy
NuLur!: :))
iwied_bae: yaaaah
NuLur!: coba kalo gak ada tuh sinetron
iwied_bae: lo kok bikin imej-ny jelek siiii?
iwied_bae: :(
NuLur!: gue pasti seneng deeh
iwied_bae: candy-candy aja de
NuLur!: yg tokoh balet aja
iwied_bae: jd ga merujuk k sinteron
NuLur!: sapa namanya?
NuLur!: rumah kaca
NuLur!: pangeran kaca?
iwied_bae: eh, gw nulisnya "sinteron"?
NuLur!: :))
iwied_bae: :))
NuLur!: sape tuuh komik yg lo seneng banget
NuLur!: pangeran kaca?
NuLur!: rumah kaca?
NuLur!: sepatu kaca?
iwied_bae: maya kitajima
NuLur!: topeng kaca?
iwied_bae: topeng kaca
iwied_bae: iya
NuLur!: naaah itu ajaaa
NuLur!: si maya kitajima
iwied_bae: maya kitajima (?)
NuLur!: :-pd
iwied_bae: apa bidadari merah?
iwied_bae: :(
NuLur!: bidadari merah kepanjangan
iwied_bae: tapi, candy-candy terdengar semangat n ceriaa
NuLur!: susah nyingkatnya
iwied_bae: klo candy-candy, nti disingkat CC?
iwied_bae: hahahaha
NuLur!: jangan CC, kayak 60CC
iwied_bae: :))
NuLur!: 60 Cycle Community
iwied_bae: eh, maya kitajima apa candy-candy, luuur?
iwied_bae: :-/
NuLur!: artemis ajaa
NuLur!: laptop gue namanya lupita lopez
NuLur!: :))
NuLur!: maya kitajima ajaa
iwied_bae: bagus si artemis, tp kurang gw banget
iwied_bae: ;p
NuLur!: emang lo gimana seeeh?
iwied_bae: gw si maya kitajimaaaa ama candy-candy
iwied_bae: hhehehhe
NuLur!: ini ajaaa...yg chizumi ama fujiomi
NuLur!: yg serial cantik kereeeen ituuu
NuLur!: gak ada lagi yaa tuh ceritanyaa
NuLur!: yg cewek namanya siapa?
NuLur!: chizumi ya? cowoknya fujiomi?
iwied_bae: iyaaa
iwied_bae: chizumi
iwied_bae:
NuLur!: itu juga kereeen
iwied_bae: doh, lo bikin gw tambah bingung de
iwied_bae: uuuh
iwied_bae: :(
iwied_bae: maya kitajima, candy-candy, atau chizumi?
iwied_bae: klo ngomongnya enakan chizumi ya
iwied_bae: :)
iwied_bae: gw putusin chizumi aja, lur
iwied_bae: hihii
iwied_bae: =D>
iwied_bae: <:-P

NuLur!: lo kayak kasih nama anak baru lahir aja

NuLur!: :)) NuLur! sedang mengetik...

NuLur!: chizumi aja biar okeee

iwied_bae: hahahha

iwied_bae: iyak

iwied_bae: sip, chizumi ya. iwied_bae: dia juga gw banget tuh

iwied_bae: hihii

iwied_bae: :P

iwied_bae: makaci, nuluur


Oke, mulai hari ini, motor matic saya yang berwarna merah itu bernama Chizumi. ^_^

Nanti, saya kenalin ya sama dia. Lagi ujan-ujanan tuh dia luar, di parkiran kantor. kasiaan. :(


eh, nulur masi lanjutin obrolan ternyata. :p


NuLur!: trus, pasangan fujiomi dooong
iwied_bae: iya, nti klo ada lagi ya
iwied_bae: :D
iwied_bae: hmm... gw punya apa ya?
iwied_bae: laptop? laptop gw aja ya namanya fujiomi.
iwied_bae: gmana?
NuLur!: naaah boleh jugaaa
iwied_bae: klo gw punya sepeda, nti tukeran nama aja ma laptop gw
iwied_bae: hahaha
NuLur!: berarti laptop lo cowok yaa?
iwied_bae: :D
NuLur!: warnanya item?
iwied_bae: iyaaa
iwied_bae: item
iwied_bae: :)
NuLur! sedang mengetik...
NuLur!: cocok daaah tuuh
iwied_bae: iya, tp pengenny namain fujiomi ke sepedaa
iwied_bae: :)


Hmm, buat sekarang, fujiomi itu nama laptop saya aja deh. kan bisa bareng-bareng sama Scizumi klo dibawa dalam tas. Horeee. Hari ini, dalam waktu singkat, saya dan Nulur menemukan dua nama. Ah, saya lanjutin ngedit lagi de, ngedit naskah "Nama-nama Indah untuk Bayi". haha, ternyata, percakapan saya dan Nulur tidak melenceng dari pekerjaan. Jadi, bisa dibilang, lagi kerja juga tuh pas lagi chat tadi. *biar ga merasa bersalah. haha* ;P


eh, si Nulur masih lanjutin obrolan toh. td, diem aja. kirain udah mulai ngedit berita di salah satu harian nasional itu.

NuLur!: baguuuus!
NuLur!: gue dukung!
NuLur!: :-bd
iwied_bae: hahaha, kan chatingganny gw posting di blog
iwied_bae: hahahaaa
iwied_bae: :D
NuLur!: sumpeeeeh looo?
NuLur!: :O
NuLur! sedang mengetik...
NuLur!: yg bego2 jugaaa?
iwied_bae: hahahahaaa
iwied_bae: :D :D

p.s. Nulur, ga bego-bego amat kok, lur. haha. :D

my best friend's wedding [1]

Jika suatu hari bocah kecil kalian bertanya bagaimana ayah dan ibunya bertemu, ajaklah ia ke pondokku, mungkin berada di tepi danau atau di antara padang ilalang yang hanya muncul saat petang. Aku akan mendongengkannya. Kisah indah kalian. Kisah perjalanan panjang kalian. :)


Aku juga akan menceritakan kisah panjang kita. Perjalanan-perjalanan dan tentang doa-doa yang menjelma. Juga tentang tawa kita.




Ah, mungkin, akan kuselipkan juga tentang tangis kita, bolehkah? Hanya biar ia tahu, bahwa kelak, air mata akan menyirami kelopak-kelopak harapan, menjelmakannya menjadi bahagia.


Dan, akan mengekal dalam bingkai kenangan; yang tak akan pernah beranjak dalam sudut paling teraman kapsul waktu--kotak bahagia kita--yang tak akan kita lupakan, meskipun usia dan senja telah saling menyapa. Semoga. :)




Thursday, October 07, 2010

me and anak tudung

hei, hei. sebenernya, saya ingin menuliskan cerita "my best friend's wedding". tapi, belum sempat. ;( kemarin baru satu paragraf. tapi, belum dilanjutkan lagi. sepertinya, saya butuh waktu semalaman, bahkan mungkin beberapa malam untuk menuliskan kisah kebersamaan kami (dalam artian benar-benar bersama, berdua ke mana-mana, dan disebut si kembar. :) dan sejak kami jadi teman sekamar sejak lulus kuliah, empat tahun lalu, kami menyebut diri kami "teman-dua-puluh-empat-jam"), selama, hmm, sekitar sembilan tahun, dan hampir sepuluh tahun... dan, butuh berparagraf-paragraf, dan beribu-ribu kata... ah, saya sangat ingin menuliskannya. tapi, belum sekarang. tapi, (pasti) akan saya tuliskan. ^_^




oh, ya, sekarang, saya lagi senang pake kerudungan dengan ciput arab/mesir. bikin anak rambut ga muncul di sana-sini. kata teman saya, enchit--yang lagi ada di singapura--di sana, dalaman ini disebut anak tudung--lucu sebutannya. :) saya juga tahu tentang anak tudung dari enchit. meski belum tahu bentuknya, kebayang anak tudung bakal nyaman dipakai, seperti yang enchit ceritakan. lalu, bersemangatlah saya untuk punya anak tudung.





awalnya, saya pengen nitip anak tudung sama temen saya itu--yang, psst, dari dulu jadi idola saya dan gita dalam cara pakai jilbab. :D. jadi, saya berharap-harap, enchit akan pulang ke Indonesia dengan membawa anak tudung. tapi, suatu hari, saya mengetahui bahwa ternyata anak tudung juga banyak dijual di sini (dan udah difilmin di kcb dan di-sinetron-in juga sama si marshanda). haha, saya ke mana aja si? ;p karena sore itu saya kesal dengan dalaman jilbab saya yang tak nyaman, langsunglah saya searching online lewat hp. dan menemukan toko online-nya. seneng banget--tapi, ternyata, di itc juga ada loh. hehe. akhirnya, lewat toko online itu, saya dan teman-teman sekantor beli barengan biar lebih murah harganya (kami beli sekodi. ;p).




hmm, senang nemu anak tudung ini. biasanya, rambut saya suka ke mana-mana kalau pake kerudungan. belum lagi kalau dalamannya salah. sore-sore, dalaman kerudungan udah ga tau ke mana. belum lagi kalau saya abis pakai helm saya yang fullface itu. kadang, pas buka helm, jilbabnya udah berantakan. haha.

dengan anak tudung, pake kerudungan jadi semakin nyaman. :)



Thursday, September 30, 2010

Monday, September 13, 2010

cipa mencari sanny ^_^

sebelum tidur



setiap lebaran, saya "mudik" ke slipi, rumah kakak perempuan saya--sekaligus rumah saya tumbuh besar. empat tahun belakangan ini, ada kebiasaan baru pada saat malam lebaran. saya akan menelepon keponakan saya, cipa, dan mengajaknya lebaran bersama di sana. dan, cipa akan datang diantar sang ayah. kakak perempuannya akan lebih memilih rumah kakak perempuan saya yang satu lagi karena di sana ada teman sebayanya, keponakan saya yang lain.




cipa lebih memilih bersama saya, juga karena ada kak ani yang kelas lima sd, tiga tahun lebih tua daripada dia. empat tahun ini, cipa dan kakaknya jarang berlebaran di rumahnya sendiri karena rumah itu terlalu sunyi kala lebaran, sejak sang ibu meninggalkan mereka, empat tahun lalu.

dua tahun pertama, cipa akan selalu terbangun malam-malam, lalu menangis minta pulang. dan, saya akan kalang kabut membujuknya untuk kembali tidur. namun, dua tahun belakangan ini, cipa sudah bisa "menginap" dan tidur dengan cukup nyenyak meski kadang masih terbangun malam-malam, sekadar minta minum atau mengingau.

lebaran kemarin, cipa sudah datang dengan tas berisi baju-bajunya. tas itu bukan lagi tas kain warna biru yang cipa banget--tas yang selalu menyertainya ketika almarhum ibunya mengajaknya jalan-jalan. tas itu suda diganti sekarang... lebih besar, dan lebih muat banyak, tentunya.

menjelang tidur, saya dan cipa mengobrol sambil tiduran...

"mau didongengin?" tanya saya.

"nggak, cipa maunya dibeliin buku cerita," sahutnya. sejak bisa baca, cipa juga selalu membaca apa pun petunjuk yang ada di jalan raya--sama seperti waktu kak ani-nya baru bisa baca dulu.

"cipa udah bisa baca yang kecil-kecil," lanjutnya, "eh, yang nggak terlalu kecil, deng." dia berkata sambil memainkan jemarinya.

setelah itu, kami melanjutkan obrolan tentang sekolah. saya mengingatkannya untuk jangan mau diajak pergi dengan orang yang tak dikenal, dan hal-hal semacam itu. karena sekolahnya dekat, cipa pergi dan pulang sekolah sendiri... dan, terkadang, mandi dan pakai baju sendiri... sementara itu, si kakak--putri--sampai kelas lima sd, bajunya selalu disediakan sang ibu. bahkan, rambutnya pun selalu disisiri... sekarang, cipa sudah bisa melakukannya sendiri. dan, dia selalu membanggakan hal itu.



"iya, temen cipa selalu dijemput mamanya kalau pulang sekolah. cipa mah bisa pulang sendiri," celotehnya dengan bangga, waktu ia masih duduk di bangku tk. ah, saya miris mendengarnya, meskipun sekolah tk-nya memang hanya selemparan batu di belakang rumah anak yang saat ini sudah berusia tujuh tahun itu.

terkadang, sedih melihatnya. dan, saya jadi berandai-andai. andai ibunya masih ada, pasti lebaran ini... pasti... pasti.... dan, banyak hal-hal bahagia yang terbayangkan. namun, semua tak mungkin terjadi... kakak perempuan saya yang jago masak itu telah pergi empat tahun lalu, meninggalkan dapur tak lagi terasa hangat... meninggalkan dinding-dinding rumah yang terasa dingin. meninggalkan anak-anak yang terkadang bilang, "andai mama masih ada...."

ah, sebenarnya, saya tak ingin menceritakan hal-hal menyedihkan itu, hanya ingin menceritakan celoteh cipa sebelum tidur.

"temen cipa di sekolah kan ada yang kayak cowok," ucapnya tiba-tiba.



"oh, ya, rambutnya pendek, ya?" sahut saya standar, apa lagi yang bisa mengidentikkan seorang perempuan dengan laki-laki versi anak sd?

"iya, iya, bener! terus apa lagi?" jawab cipa antusias sampai-sampai bangun dari tidurnya dan menghadap saya, mengira saya bisa meramal.

"oh...," saya menangkap jalan pikirannya dan ikut antusias.

"hmm... rambutnya pendek," ulang saya, mencari-cari ciri-ciri yang tepat lagi bagi anak perempuan yang mirip anak cowok.

"iya, rambutnya kayak gimana?" tanya cipa tak sabaran.

"rambutnya....," saya mengulur-ulur waktu.

"rambutnya kayak dora apa nggak?" tanya cipa lagi. saya terdiam sejenak. oh... "rambutnya kayak dora apa eng-gak?" tanya cipa memberi penekanan.

"hmm... iya, rambutnya agak-agak mirip dora gitu...," ucap saya sambil berusaha menahan tawa.

"iya, bener, rambutnya emang kayak dora, tapi agak panjang dikit belakangnya," ungkap cipa, merasa saya sudah bisa mengatakan tebakan yang benar. "terus, mukanya kayak gimana?" lanjutnya.

"mukanya..., ngg...," saya mengulur waktu lagi.

"mukanya kayak gimana? sebelah mukanya kayak gimana?" tanya cipa sambil membatasi sebelah mukanya dengan tangan, membongkar satu ciri-ciri lagi.

"hmm... mukanya... sebelahnya kayak ada apa gitu deh," ungkap saya pura-pura menebak, sambil pura-pura menerawang.

"iya, bener, sebelah mukanya kayak ada item-itemnya gitu," bongkar cipa.

hahaha. saya tak bisa berhenti menahan tawa. cipa-cipa, ngasih tebak-tebakan, kok dibongkar sendiri. dan, nggak sadar pula kalau dia sendiri malah yang ngasih clue. tepat pada sasaran.

"terus, dia gemuk apa kurus?" tebaknya lagi.

tapi, saya sudah tak bisa menahan tawa dan tak sempat mengulur waktu, "gemuk," jawab saya asal.

"salah, kurus," sahut cipa merasa menang. tapi saya, sudah nggak peduli, sibuk ketawa sampe sakit perut dan kemudian ketiduran karena kecapean.

pantaslah siang harinya kakak si ani sempat kesal karena cipa membongkar di mana letak kunci motor saya.

"nte wid, kunci motornya mana?" tanya si kakak ani dengan tampang polos.

"ada kok di tas," sahut saya, lalu sibuk kembali menyeruput sirop setelah salam-salaman. dan saya tak peduli karena yakin tadi saya menaruh kunci itu di tas.

"ante wid, kunci motornya mana?" cipa ikutan nimbrung.

"ada di tas," ulang saya.

"ada ga di tas?" tanya cipa lagi.

"ada," sahut saya lagi.

"ada ga?" desak cipa sambil senyum-senyum.



"eh," tatap saya curiga.

"kunci motornya ada ga di tas?" ulangnya lagi sambil tetap senyum-senyum.

dan, kecurigaan saya semakin tinggi. "kunci nte wid diumpetin ya?" todong saya langsung.

cipa langsung ketawa-ketawa. "nggak diumpetin... tadi bang isan nemu. jatoh pas nte wid salaman," jelasnya.




"huuu, cipa ah," sungut ikhsan yang sudah kelas satu sma kesal.

cipa, cipa. luv u, my niece.. :D





lebaran, 1431 H, 10 september 2010

Tuesday, September 07, 2010

[kita?]




aku menemukan ini di antara banyak kenangan yang dibingkai orang-orang. entah kenapa, aku suka. menurutmu, bagaimana?

Thursday, September 02, 2010

malam-malam



malam tadi, saya dan gita--sahabat saya--melakukan hal yang menurut saya paling konyol, dalam minggu ini.

rencananya, kami akan pergi ke masjid at-tiin di daerah taman mini indonesia indah. pukul setengah sepuluh, kami berangkat dari depok dengan sepeda motor. setelah isi bensin, saya jalan pelan-pelan. ternyata, jalanan masih ramai di daerah pasar rebo. lalu, dengan berbekal petunjuk arah dari tunangan sahabat saya ini, kami jalan--dengan tidak pasti. lurus lurus aja, nanti kalau sudah lewat jalan baru, belok kiri. nah, jalanan malam terasa (semakin) membingungkan. jadilah saya selalu berteriak-teriak dari balik helm fullface, mengalahkan deru angin.

saat ada pertigaan, saya khawatir. "belok kiri-nya mana, git?" teriak saya.
"masih lurus," sahut gita.

oke, kami lanjut. lalu, tak lama, karena merasa jalanan sudah semakin jauh, saya berteriak lagi, "belok kiri di mana, git?" gita menjawab sama.

lalu, ada belokan kiri lagi. petunjuk arah menunjukkan ke tmii belok kiri. jadi, saya berasumsi kami belok kiri sebentar lagi. lalu, saat ada belokan, malah ada arah petunjuk arah ke daerah lain. tmii masih lurus. duh.
lalu, ada tanda yang sangat-sangat jelas. tmmi belok kiri, terpampang di rambu lalu lintas jalan raya itu.

"di sini, git, belok kirinya?" tanya saya cepat karena sepeda motor terus melaju.

"iya, ini kayaknya, katanya jalannya agak muter gitu."

"ini bukan ya?" tanya saya lagi, tetapi tetap melajukan sepeda motor ke arah kiri itu.

jadilah kami berbelok ke sana. dan, sepi.

"git, di sini bukan ya?" tanya saya sambil tetap ngegas. "kok sepi, git?" lanjut saya mulai deg-degan karena selain sepi, jalan itu juga gelap. belokan tajam pula. "git, ini bukan ya...? git...."

"ngg... iya, kayaknya...." suara gita terdengar ragu di balik helmnya.

"git... jangan-jangan...," ah, saya mulai ketakutan. lebih takut daripada saat ditilang waktu itu.

lalu, "tiiin, tiiin, tiinn." sebuah angkot yang sedang melaju kencang berhenti mendadak. satu-dua meter di depan kami. saya segera melajukan motor mendekati. orang-orang dalam angkot itu memandangi kami dari kaca belakang mobil. duh...

"MBAK!!! INI JALAN TOL!!!" teriak seorang cewek yang duduk di kursi penumpang di samping sopir.

"eh," sahut saya tergagap. dan, sumpah, deg-degan banget.

"ntar ditangkep polisi, mbak," tambah si sopir angkot.

"iya, itu... kalau ke taman mini lewat mana, ya?" tanya saya, mungkin--lebih tepatnya--gumam saya dari balik helm.

"itu tadi lurus dulu," sahut si cewek.

"oh...," sahut saya.

"balik aja," ucap entah siapa di angkot itu. lalu, si angkot kembali melaju sangat kencang.

saat itu, saya nggak tau reaksi gita apa karena saya sangat sibuk deg-degan....

"git...," huhu, ingin nangis rasanya saya (ini lebih parah daripada waktu saya naik motor sendirian, trus nyasar, trus ujan T_T)

"git, turun dulu, git," ucap saya lirih, tak bisa berkata-kata banyak. kami berhenti tepat di tikungan. jadi, bingung mau muter gimana, takut ada mobil yang tiba-tiba melaju cepat di jalan tol itu. mana gelap.

saat berhasil putar arah dan gita sudah naik di boncengan, saya melajukan motor pelan-pelan, dan sangat minggir-minggir--takut ada mobil datang dari arah yang berlawanan dari kami.

saya dan gita tak berkata-kata banyak, hanya waswas menyusuri tikungan itu.

"serem banget, wid, kalau ada mobil," komentar gita.

"he-eh," kata saya. dan ada satu mobil lewat. untungnya, kami berada di pinggir.

perjalanan putar arah itu terasa lama. dan, sampai ke tikungan yang sangat tajam, saya membunyikan klakson buat jaga-jaga. dan, akhirnya, sampailah kami ke jalanan utama. saya sempat bingung bagaimana cara memutar. dan, untunglah jalan sepi. jadi, kami bisa potong arah jalan ke kiri dengan cepat.

dan, tak lama, terlihatlah tmii, dan masjid at-tiin tak jauh di sebelahnya. sepanjang malam, saya ga bisa berhenti tertawa mengingat kejadian itu. kejadian yang konyol (bodoh?)itu. :p

"parah ya, kita, wid," komentar gita saat kami memasuki halaman masjid.

"iya, malu-maluin ya."

"iya, untung kita pake helm," ujar gita.

hahaha. iya. untung orang-orang seangkot itu ga tau siapa dua cewek yang malem-malem, dengan bodohnya, masuk ke jalan tol pake motor. it's our secret. ok? ;)

Saturday, July 24, 2010

ketika waktunya sampai, kisahkan kembali kepadanya




hari ini, ingin kuceritakan padamu tentang seorang perempuan yang sedang tak menyukai matahari menyenja. ia menepis senja yang jatuh di bahunya, lalu memilih memalingkan muka.

dan, perempuan itu pun sedang tak menyukai aroma rumah. ia ingin berlama-lama duduk di tempat yang bukan bernama rumah. duduk saja, dengan segala macam pikiran yang terperangkap di benaknya. mungkin bukan segala macam. hanya satu macam. satu macam hal yang membuatnya takut berada sendiri dalam ruangan. takut menemukan tetes-tetes air mata mengalir di pipinya. takut menemukan dirinya berada dalam perjalanan yang tidak seharusnya.

dan, hari ini, di kafe tempatnya duduk berlama-lama, ada seorang gadis muda yang sedang merayakan hari lahirnya, mungkin usia ketujuh belas. gadis berambut panjang itu tampak masih sangat belia, dan begitu resah. teman-temannya sudah datang. tapi, ia tetap resah.

satu pikiran ala novel-novel populer mampir ke benak perempuan yang sedang tak menyukai senja. ah, sepertinya gadis itu menunggu laki-laki yang ia sukai, yang ia undang lewat sahabat si laki-laki. dan, akhirnya si laki-laki datang menjelang akhir acara, mengisyaratkan cinta. kisah sederhana masa remaja.

lalu, si perempuan yang sedang tak menyukai senja kembali resah. ponselnya berkedip-kedip, tiga panggilan tak terjawab. ia tak berniat menjawabnya. ia tak bisa memutuskan apa jawaban yang harus ia berikan. dilema--mungkin, kau menebak itu yang sedang ia alami. entahlah. akhir-akhir ini, ia sedang merasa tak nyaman dengan dirinya sendiri. tak nyaman dengan langkah-langkah kakinya. dan, ia terlalu takut untuk menentukan arahnya. Tuhan, ia menyebutnya. dan, sepertinya, ia ingin meminta Dia langsung saja memilihkan yang terbaik untuknya.

ah, cerita yang tak beralur jelas, bukan? biarlah. aku cuma ingin kau-dia mengingat hari ini. ada satu waktu ketika kau sedang tak tahu arah. sedang tak menyukai senja. dan, sedang tak nyaman dengan perjalanan yang kau lewati.

tapi, suatu hari nanti, ketika perempuan yang sedang tak menyukai senja itu duduk berlama-lama lagi menunggu senja, kau ceritakanlah apa yang aku ceritakan hari ini.
semoga ia tertawa ketika mendengar kau mengisahkannya kembali. :)

#i owe the pic!#

Saturday, May 15, 2010

Wednesday, April 14, 2010

Kaleng Serbuk Pelangi




Seorang anak laki-laki bermimpi mempunyai kaleng-kaleng kecil yang berisi serbuk-serbuk dengan warna pelangi—-tiba-tiba saja. Lalu, dalam mimpi yang sama, ia melihat kaleng-kaleng itu mengambang, berjajar, dan serbuk-serbuk warna pelangi itu telah kosong—hanya tinggal sisa-sisa bahwa di sana pernah ada serbuk warna pelangi.

Esoknya, adiknya—yang ternyata gagal jantung—meninggal. Ia begitu sedih. Ia begitu ingat wajah adik kecilnya, laki-laki juga, yang lemah. Ia ingat adiknya itu selalu berdiri dengan terbungkuk-bungkuk, seakan tak sanggup menyangga berat tubuhnya. Dan, matanya, seperti menyimpan butiran hujan. Ia menjadi bertanya tentang kaleng berisi serbuk pelangi itu. Mimpi yang aneh, pikirnya.

Saya terbangun. Mimpi yang aneh, pikir saya.

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin